Momen kepulangan santri ke rumah saat libur hari raya selalu dinanti oleh keluarga besar. Selain kerinduan yang mendalam, ada satu tradisi yang tak pernah terlewatkan, yaitu membawa Oleh-Oleh Khas Pesantren. Berbeda dengan buah tangan dari tempat wisata, oleh-oleh dari lingkungan pondok memiliki nilai emosional dan keberkahan tersendiri. Produk-produk ini biasanya lahir dari unit usaha mandiri pesantren atau merupakan hasil kreasi masyarakat sekitar yang sudah menjadi ikon daerah tersebut. Bagi para santri, barang-barang ini adalah barang yang Wajib Bawa Pulang sebagai simbol perhatian sekaligus bukti bahwa kehidupan ekonomi di sekitar asrama tumbuh dengan kreatif. Terutama saat momen Saat Lebaran, oleh-oleh ini menjadi pelengkap kebahagiaan di meja tamu keluarga.
Salah satu Oleh-Oleh Khas Pesantren yang paling populer adalah makanan olahan tradisional. Banyak pesantren besar memiliki unit “Koperasi Pondok” yang memproduksi roti, camilan kering, hingga sambal botol dengan merek sendiri. Membeli produk ini adalah bagian dari dukungan santri terhadap kemandirian ekonomi almamaternya. Barang ini menjadi Wajib Bawa Pulang karena rasanya yang sering kali unik dan tidak ditemukan di minimarket perkotaan. Saat disajikan kepada kerabat Saat Lebaran, cerita di balik pembuatan makanan tersebut—misalnya dibuat oleh tangan para santri yang sedang belajar berwirausaha—menjadi topik obrolan yang hangat dan menginspirasi bagi tamu yang datang berkunjung.
Selain makanan, literatur atau kitab ringkas sering kali menjadi Oleh-Oleh Khas Pesantren yang sangat berharga secara spiritual. Majmu’ Syarif, buku kumpulan doa harian, atau kalender dinding hasil desain santri kreatif adalah benda yang sering dianggap Wajib Bawa Pulang. Memberikan buku doa kepada orang tua atau kakek-nenek adalah bentuk bakti santri yang paling nyata. Di hari kemenangan Saat Lebaran, berbagi bacaan yang bermanfaat jauh lebih bermakna daripada sekadar barang mewah. Ini menunjukkan bahwa selama di pondok, santri tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga berusaha membawa pulang cahaya ilmu bagi orang-orang tercinta di kampung halaman.
Tidak ketinggalan, produk sandang seperti sarung eksklusif atau peci dengan logo pesantren juga masuk dalam daftar Oleh-Oleh Khas Pesantren yang dicari. Sarung yang diproduksi dengan motif khusus pesantren tertentu biasanya memiliki kebanggaan tersendiri saat dikenakan oleh anggota keluarga. Peci tersebut menjadi barang yang Wajib Bawa Pulang untuk ayah atau adik laki-laki sebagai tanda kasih. Mengenakan atribut pesantren Saat Lebaran memberikan nuansa kekeluargaan yang kental, seolah seluruh anggota keluarga ikut merasakan atmosfer keberkahan yang selama ini dirasakan santri di dalam komplek asrama.