Keberadaan kitab suci yang layak dan memadai merupakan kebutuhan utama bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan hafalan Al-Qur’an di pesantren. Namun, tingginya frekuensi penggunaan kitab suci setiap hari sering kali membuat fisik mushaf menjadi cepat rusak atau aus seiring berjalannya waktu. Melalui pengumpulan wakaf Al-Qur’an yang dikelola secara terstruktur, pengurus lembaga menghimpun bantuan mushaf baru dari para donatur dan masyarakat luas. Program sosial ini bertujuan untuk memastikan setiap santri memiliki kitab suci yang bersih, jelas, dan nyaman digunakan untuk belajar dan menghafal.
Penyediaan wadah kotak amal sosial wakaf ditempatkan di area-area strategis seperti masjid pondok, ruang penerimaan tamu, dan pusat kegiatan wali murid. Masyarakat dan para pengunjung dapat menyalurkan infak dalam bentuk uang tunai maupun menyerahkan mushaf Al-Qur’an baru secara langsung kepada panitia. Transparansi pencatatan dan pelaporan penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka melalui papan informasi dan media sosial resmi milik lembaga pendidikan Islam. Setiap mushaf yang terkumpul disalurkan langsung kepada para santri pencari ilmu dan masjid-masjid di desa terpencil.
Manfaat dari program sosial ini dirasakan secara langsung oleh para santri yang mendapatkan mushaf baru dengan standar cetakan ustmani yang sangat jelas. Kenyamanan membaca dan menghafal Al-Qur’an meningkatkan semangat serta fokus belajar para santri dalam menyelesaikan target hafalan mereka tepat waktu. Bagi para donatur, aliran pahala dari setiap huruf yang dibaca oleh para santri akan terus mengalir secara abadi sebagai investasi akhirat. Program ini menciptakan tali silaturahmi dan kepedulian yang sangat kuat antara masyarakat donatur dan lembaga pesantren.
Para santri juga diajarkan untuk mengelola unit penerimaan dan pendistribusian mushaf wakaf ini sebagai bagian dari latihan kepemimpinan dan manajemen kegiatan sosial. Santri belajar mengenai tata kelola inventarisasi barang sosial, komunikasi publik, serta pentingnya menjaga amanah harta keagamaan secara jujur dan transparan. Pengalaman mengelola pengumpulan wakaf ini menumbuhkan jiwa kepedulian sosial, rasa empati, dan kepemimpinan yang amanah dalam diri santri. Karakter mulia ini menjadi bekal berharga bagi mereka saat terjun memimpin masyarakat di masa depan kelak.
Inovasi penghimpunan wakaf kini diperluas dengan memanfaatkan platform digital dan pembayaran berbasis kode QR untuk memudahkan masyarakat berwakaf dari mana saja. Pengadaan mushaf khusus braille bagi penyandang disabilitas netra juga mulai dirintis untuk memperluas jangkauan manfaat program sosial keagamaan ini. Keberhasilan pelaksanaan pengumpulan wakaf mushaf ini terbukti menjaga ketersediaan sarana belajar Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Pesantren terus konsisten menjadi pilar penyiaran agama Islam yang membawa keberkahan bagi seluruh alam.