Darul Quran Trash Walker: Jalan Sehat Sambil Pungut Sampah

Program unggulan yang mereka usung adalah Trash Walker, sebuah konsep yang mengadopsi tren global plogging (jogging sambil memungut sampah) namun disesuaikan dengan kearifan lokal pesantren. Setiap akhir pekan, ratusan santri dengan seragam olahraga yang rapi berkumpul untuk memulai rute perjalanan mereka. Berbeda dengan pejalan kaki pada umumnya, setiap santri dibekali dengan kantong sampah ramah lingkungan dan penjepit kayu. Target mereka bukan hanya mencapai garis finis, melainkan memastikan jalur yang mereka lewati bersih dari sampah plastik, puntung rokok, dan limbah non-organik lainnya.

Kegiatan Jalan Sehat ini dimulai sejak fajar menyingsing, saat udara masih segar dan jalanan belum padat oleh kendaraan. Rute yang dipilih biasanya melintasi area pemukiman warga, pasar tradisional, hingga taman kota. Para santri berjalan dengan penuh semangat, sesekali membungkuk untuk mengambil botol plastik yang tersembunyi di balik semak-semak. Aktivitas ini secara tidak langsung memberikan latihan fisik yang komprehensif; membungkuk, berjongkok, dan berjalan jauh adalah bentuk latihan fungsional yang sangat baik untuk otot inti dan kaki, jauh lebih bermanfaat daripada sekadar berjalan santai tanpa beban.

Keistimewaan dari gerakan Sambil Pungut Sampah ini adalah dampak edukasi visual yang diberikan kepada masyarakat umum. Saat warga melihat sekelompok santri yang biasanya identik dengan kitab suci kini turun ke selokan untuk memungut sampah, muncul rasa malu sekaligus apresiasi di hati mereka. Banyak warga yang akhirnya tergerak untuk ikut serta atau setidaknya merasa segan untuk membuang sampah sembarangan lagi. Darul Quran berhasil mengubah persepsi bahwa urusan kebersihan jalanan bukan hanya tugas petugas kebersihan kota, melainkan tanggung jawab moral setiap orang yang menginjakkan kaki di bumi.

Di lingkup pesantren Darul Quran, sampah yang terkumpul tidak dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir. Mereka memiliki sistem pemilahan yang ketat di posko akhir Trash Walker. Sampah plastik dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah, sementara sampah organik diolah menjadi kompos untuk kebun pesantren. Hasil dari penjualan sampah plastik tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan sosial lainnya, seperti pembelian Al-Quran bagi mualaf atau bantuan sembako bagi dhuafa. Ini menciptakan siklus kebaikan yang berputar secara terus-menerus—fisik menjadi sehat, lingkungan bersih, dan tabungan amal bertambah.