Dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih dan akuntabel di lembaga pendidikan keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag Beri Bimtek) khusus mengenai pengelolaan Bantuan Operasional Pesantren (BOP). Pondok Pesantren Darul Quran menjadi salah satu peserta aktif, menunjukkan komitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap rupiah Dana Bantuan Transparan yang diterima dialokasikan secara efektif dan akuntabel. Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas manajerial pengurus pesantren.
Langkah Kemenag Beri Bimtek ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyamakan persepsi dan prosedur pengelolaan dana BOP sesuai dengan regulasi pemerintah. Dalam sesi Bimtek tersebut, pengurus Darul Quran mendalami materi mengenai perencanaan anggaran berbasis kebutuhan riil, mekanisme pencairan, hingga prosedur pelaporan pertanggungjawaban. Pihak Kemenag menekankan pentingnya penggunaan sistem digital dalam pelaporan untuk meminimalisir kesalahan administrasi dan mempercepat proses audit.
Bagi Darul Quran, keikutsertaan dalam Bimtek ini adalah prioritas. Pesantren ini berkomitmen menjadikan pengelolaan dana publik sebagai contoh praktik terbaik. Pimpinan Darul Quran menegaskan bahwa transparansi adalah kunci kepercayaan publik. Mereka berjanji untuk memastikan bahwa seluruh Dana Bantuan Transparan dialokasikan langsung untuk peningkatan kualitas pendidikan santri, mulai dari perbaikan fasilitas, pengadaan alat pembelajaran, hingga peningkatan kesejahteraan guru. Setiap penggunaan dana akan dicatat dan dipertanggungjawabkan dengan rinci.
Output utama yang diharapkan dari inisiatif Kemenag Beri Bimtek dan partisipasi Darul Quran ini adalah terwujudnya Dana Bantuan Transparan dan efisien. Darul Quran berencana membuat papan informasi publik (digital dan fisik) yang memuat rincian penerimaan dan penggunaan dana BOP agar seluruh stakeholder, termasuk santri, wali santri, dan masyarakat umum, dapat memantau alokasinya. Upaya ini tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran dan akuntabilitas kepada para santri. Dengan demikian, Darul Quran menjadi model pengelolaan Dana Bantuan Transparan yang patut dicontoh.