Hari: 2 Maret 2026

Jaga Pendengaran! Darul Quran Edukasi Bahaya Kebisingan Sejak Dini

Kesehatan indra pendengaran merupakan salah satu aset vital manusia yang sering kali terlupakan di tengah modernisasi yang penuh dengan polusi suara. Gangguan pendengaran tidak hanya terjadi pada orang tua akibat proses penuaan, tetapi kini mulai mengancam generasi muda akibat gaya hidup yang kurang sehat. Menyadari risiko ini, lembaga Darul Quran mengambil inisiatif proaktif untuk menanamkan kesadaran kolektif melalui kampanye kesehatan telinga. Melalui seruan untuk senantiasa jaga pendengaran, organisasi ini berupaya memberikan pemahaman bahwa kerusakan pada sel rambut halus di dalam telinga sering kali bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, sehingga pencegahan adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan.

Fokus utama dari kegiatan yang dijalankan oleh Darul Quran ini adalah memberikan pengetahuan teknis dan praktis kepada para santri serta masyarakat luas mengenai anatomi telinga dan cara kerjanya. Banyak orang yang belum memahami bahwa paparan suara keras yang terus-menerus dapat memicu trauma akustik yang merusak pendengaran secara perlahan tanpa rasa sakit yang instan. Melalui sesi edukasi yang interaktif, tim ahli menjelaskan batasan desibel yang aman bagi telinga manusia serta pentingnya memberikan waktu istirahat bagi telinga setelah berada di lingkungan yang gaduh. Pengetahuan ini menjadi fondasi agar masyarakat tidak menganggap remeh masalah pendengaran sebagai gangguan kecil semata.

Salah satu poin krusial yang diangkat dalam sosialisasi ini adalah mengenai bahaya kebisingan yang berasal dari penggunaan gawai dan perangkat audio personal. Tren penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam durasi yang lama telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan telinga remaja saat ini. Darul Quran menekankan aturan “60/60”, yaitu mendengarkan audio tidak lebih dari 60% volume maksimal dan tidak lebih dari 60 menit per sesi. Selain itu, kebisingan dari lingkungan industri atau tempat hiburan juga menjadi sorotan, di mana penggunaan alat pelindung telinga (earplug) sangat disarankan bagi mereka yang bekerja atau sering berada di area dengan tingkat kebisingan tinggi guna mencegah penurunan fungsi pendengaran di masa depan.

Penanaman nilai-nilai kesehatan ini dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan sejak dini, mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini hingga remaja. Anak-anak diajarkan untuk tidak memasukkan benda asing ke dalam telinga dan cara membersihkan telinga yang benar tanpa merusak gendang telinga. Darul Quran memahami bahwa kebiasaan yang dibentuk di masa kecil akan menjadi gaya hidup yang melekat hingga dewasa. Dengan lingkungan belajar yang tenang dan kondusif, para santri juga dapat lebih fokus dalam menghafal Al-Quran, karena pendengaran yang tajam sangat berpengaruh pada kemampuan pelafalan dan penyerapan informasi audio yang mereka terima setiap hari di pesantren.

Posted by admin in Berita