Malam peringatan turunnya kitab suci Al-Qur’an dirayakan dengan penuh kekhusyukan dan kebanggaan di Pondok Pesantren Darul Qur’an melalui prosesi kelulusan para hafizh. Puncak acara diisi dengan penyerahan ijazah hafalan bagi para santri yang telah menyelesaikan pembacaan seluruh ayat tanpa melihat teks secara sempurna. Perhelatan Khotmil Qur’an Bil Ghoib ini menjadi bukti dedikasi panjang para santri dalam menjaga kemurnian kalam Ilahi di dalam ingatan mereka. Peringatan Khotmil Qur’an pada malam Nuzulul Qur’an menghadirkan suasana haru dan kebahagiaan mendalam bagi para orang tua serta keluarga wisudawan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bergantian oleh para wisudawan di hadapan dewan penguji dan tamu undangan. Kelancaran makhraj, ketepatan tajwid, serta keindahan nada bacaan para santri mengema merdu memenuhi ruang utama masjid pesantren. Setiap santri yang diwisuda telah melalui ujian ketat berupa pengujian hafalan penuh dalam satu dudukan tanpa kesalahan terhitung.
Suasana haru menyelimuti saat prosesi sungkeman dan pemasangan mahkota secara simbolis oleh para wisudawan kepada orang tua masing-masing. Isak tangis bahagia terpancar dari para wali santri yang menyaksikan buah hati mereka berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Pengasuh pesantren menyampaikan pesan agar para lulusan terus merawat hafalan mereka melalui mutala’ah dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
Peringatan kemuliaan Al-Qur’an ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama kehidupan harian. Kebiasaan membaca dan mendalami makna Al-Qur’an diharapkan terus dibudayakan tidak hanya di dalam lingkungan pesantren, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat. Momen keberkahan ini menjadi pendorong semangat bagi santri tingkat bawah untuk segera menyusul kelulusan hafalan mereka.
Acara penutupan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pemberian piagam penghargaan bagi para santri berprestasi. Kehadiran para tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah menambah kesakralan momentum kelulusan tahfizh tersebut. Seluruh jemaah yang hadir disajikan hidangan kebersamaan sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran acara.
Prosesi wisuda hafalan Al-Qur’an di Pesantren Darul Qur’an menjadi wujud nyata keberhasilan pembinaan generasi pencinta Al-Qur’an secara berkelanjutan. Kehadiran para penghafal Al-Qur’an diharapkan dapat membawa keberkahan dan kedamaian bagi lingkungan masyarakat luas. Tradisi mencetak generasi Qur’ani ini akan terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun.